TNews, BITUNG- Panitia Pelaksana Musyawarah Cabang (Muscab) ke-III Kerukunan Keluarga Indonesia Gorontalo (KKIG) Kota Bitung resmi menggelar Muscab pada Senin (16/2/2026) di Gedung Sarundajang, Kota Bitung.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WITA tersebut dihadiri jajaran pengurus, anggota, tokoh masyarakat Gorontalo, serta perwakilan Pemerintah Kota Bitung.
Muscab kali ini menjadi forum strategis dalam menentukan arah baru organisasi sekaligus memilih kepengurusan periode selanjutnya.
Ketua Panitia, Rahmat Dunggio, menjelaskan bahwa pelaksanaan Muscab III merupakan tindak lanjut dari berakhirnya masa bakti pengurus sebelumnya.
Ia menyebut, sejumlah dinamika internal sempat terjadi, namun seluruhnya disikapi melalui mekanisme organisasi.
Menurut Rahmat, setelah berkoordinasi dengan pengurus tingkat provinsi, diterbitkan instruksi untuk segera melaksanakan musyawarah cabang. Bahkan, masa kepengurusan sebelumnya diperpanjang sementara selama tiga bulan guna mempersiapkan agenda Muscab secara matang.
“Forum ini adalah wujud komitmen kita terhadap aturan organisasi. Setiap perbedaan harus diselesaikan melalui musyawarah dan semangat kekeluargaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, panitia bekerja berdasarkan mandat resmi organisasi dengan menjunjung tinggi prinsip demokrasi, transparansi, dan kebersamaan demi menjaga kehormatan KKIG di Kota Bitung.
Wali Kota Bitung Hengky Honandar SE, yang berhalangan hadir diwakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bitung, Agus Mamajo. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kontribusi aktif KKIG dalam menjaga harmoni sosial dan mempererat persaudaraan antarwarga.
“Atas nama Pemerintah Kota Bitung, kami memberikan penghargaan kepada KKIG yang terus menjaga nilai persatuan dan berperan dalam pembangunan sosial kemasyarakatan,” kata Agus.
Ia menegaskan bahwa organisasi kemasyarakatan memiliki peran penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam menciptakan stabilitas sosial, memperkuat toleransi, serta mendukung pembangunan daerah.
Ketua KKIG Provinsi Sulawesi Utara, H. I. Ulias Taha, yang secara resmi membuka Muscab, menekankan pentingnya menjaga adat dan budaya Gorontalo di tanah perantauan.
Ia mengapresiasi prosesi penyambutan adat yang digelar dalam pembukaan kegiatan sebagai bentuk pelestarian nilai-nilai tradisi.
Menurutnya, KKIG adalah organisasi berbasis kekeluargaan, sehingga setiap persoalan harus diselesaikan melalui musyawarah, bukan perpecahan.
“Adat adalah fondasi adab. Jika adat dijaga, maka kebersamaan dan kehormatan organisasi juga akan terpelihara,” tegasnya.
Ia juga memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada kader terbaik untuk maju sebagai calon ketua, dengan catatan proses berjalan demokratis, terbuka, dan tetap mengedepankan semangat persaudaraan.
Awal Baru Konsolidasi Organisasi
Muscab III KKIG Kota Bitung diharapkan menjadi momentum konsolidasi serta titik awal memperkuat kembali struktur organisasi.
Seluruh peserta diajak menjaga persatuan dan terus berkontribusi bagi kemajuan daerah, khususnya dalam mempererat identitas budaya Gorontalo di Kota Bitung.
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, dengan harapan terpilihnya kepengurusan baru yang solid serta tersusunnya program kerja yang progresif demi kemajuan organisasi dan masyarakat.







