Yongki Management Ambil Peran, Lebaran Ketupat Kakenturan Dua Siap Meriah

Yongki Management Ambil Peran, Lebaran Ketupat Kakenturan Dua Siap Meriah
Yongki Management Ambil Peran, Lebaran Ketupat Kakenturan Dua Siap Meriah. (Foto.Ist)

TNews, BITUNG- Tradisi Lebaran Ketupat kembali menghidupkan suasana kebersamaan di Kota Bitung.

Tahun ini, perayaan yang menjadi bagian dari rangkaian Idulfitri 1447 Hijriah dipusatkan di Kelurahan Kakenturan Dua, Kecamatan Maesa, yang dikenal selalu menghadirkan kemeriahan setiap tahunnya.

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut digagas oleh pemuda remaja Masjid Al Muhajirin Kakenturan Dua, Ibrahim Hafidz Balango sebagai Ketua Panitia yang berperan aktif dalam mempersiapkan seluruh rangkaian acara.

Dengan semangat gotong royong, mereka bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan perayaan berjalan lancar dan meriah.

Koordinasi kegiatan dipercayakan kepada Yongki Management yang turut mengatur jalannya acara, termasuk menghadirkan hiburan bagi masyarakat.

Salah satu yang paling dinantikan adalah penampilan artis lokal Bitung, Coco Lense dan Awax (anwar) bersama Team yang siap menghibur warga yang datang berkunjung.

Meski Hari Raya Idulfitri telah berlalu, antusiasme masyarakat tidak surut.

Lebaran Ketupat justru menjadi momentum lanjutan untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga dari berbagai latar belakang.

Tradisi ini biasanya dilaksanakan sekitar sepekan setelah Idulfitri, dengan ketupat sebagai hidangan utama yang disajikan bersama aneka lauk khas.

Warga membuka rumah mereka untuk siapa saja yang ingin bersilaturahmi, menciptakan suasana hangat penuh kekeluargaan.

Secara historis, Lebaran Ketupat berakar dari tradisi masyarakat Jawa yang diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga pada masa Wali Songo.

Tradisi tersebut kemudian berkembang di Sulawesi Utara melalui penyebaran budaya oleh keturunan Kyai Modjo di wilayah Tondano.

Di Bitung sendiri, perayaan ini digelar di beberapa lokasi, seperti di SMP 12, GIRIAN namun Kakenturan tetap menjadi pusat perhatian karena kemeriahannya yang khas.

Puncak acara tahun ini dijadwalkan berlangsung pada esok hari, Sabtu, 28 Maret 2026, dengan keramaian diperkirakan memuncak pada siang hingga sore hari.

Bagi warga, Lebaran Ketupat bukan sekadar tradisi kuliner, tetapi juga simbol kuat persaudaraan dan toleransi.

Nilai-nilai kebersamaan inilah yang terus dijaga, menjadikan perayaan ini selalu dinantikan setiap tahun.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan