TNews, Bitung- Pelaksanaan Pawai Takbiran Idul Fitri 1447 Hijriah di Kota Bitung menuai apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk aktivis Muslim.
Kegiatan yang berlangsung meriah, Jumat Malam (20/3) tersebut dinilai menghadirkan kembali semangat kebersamaan lintas agama yang sempat memudar.
Salah satu apresiasi datang dari Irfan Frantigo, tokoh Islam sekaligus aktivis senior.
Ia menilai pelaksanaan pawai takbiran tahun ini berjalan luar biasa dan penuh makna persatuan.
Menurut Irfan, pada awalnya sejumlah aktivis sempat merasa keberatan dengan keterlibatan pemerintah kota dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Namun, setelah menyaksikan langsung jalannya pawai, pandangan tersebut berubah.
“Kami awalnya ragu, tapi setelah melihat langsung pelaksanaannya, kami sangat salut dan terharu.
Ini mengingatkan kami pada masa kecil, di mana pawai takbiran diikuti semua kalangan tanpa melihat perbedaan agama,” ungkapnya.
Ia menilai pawai takbiran tahun ini menghadirkan suasana berbeda dibanding beberapa dekade terakhir.
Keterlibatan masyarakat lintas agama, khususnya umat Kristiani, terlihat sangat menonjol.
“Bukan hanya memberi dukungan, mereka juga ikut ambil bagian dalam pawai.
Ini seperti masa lalu, di mana Islam dan Kristen benar-benar berbaur tanpa sekat,” tambahnya.
Selain itu, Irfan juga mengapresiasi peran para camat yang turut berpartisipasi aktif, termasuk yang berasal dari latar belakang non-Muslim.
Hal tersebut dinilai sebagai simbol kuat toleransi dan persatuan di Kota Bitung.
Kehadiran aparat keamanan dari TNI dan Polri yang turun langsung memimpin jalannya pawai juga memberikan rasa aman dan kondusif selama kegiatan berlangsung.
Lebih lanjut, Irfan memberikan apresiasi tinggi kepada pemerintah kota, khususnya Wali Kota Bitung Hengky Honandar SE, Wakil Wali Kota Randito Maringka S.Sos, serta Sekretaris Daerah Ignatius Rudy Theno yang dinilai berhasil mengoordinasikan kegiatan dengan baik.
“Ini apresiasi tingkat tinggi untuk pemerintah kota.
Pelaksanaan pawai sangat tertata, mulai dari teknis, lokasi, hingga alur kegiatan. Sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya.
Ia berharap ke depan, pelaksanaan pawai takbiran tetap ditangani oleh pemerintah kota, sementara organisasi masyarakat cukup memberikan dukungan agar kegiatan tetap berjalan tertib dan inklusif.
“Kami para aktivis Muslim sangat mendukung.
Semoga ke depan semakin baik dan terus menjaga semangat kebersamaan ini,” tutup Irfan.
Pawai takbiran tahun ini menjadi bukti bahwa momentum Idul Fitri tidak hanya dimaknai sebagai perayaan keagamaan, tetapi juga sebagai ajang mempererat persaudaraan dan toleransi antarumat beragama di Kota Bitung.
Ucapan terima kasih pun disampaikan umat Islam kepada Pemerintah Kota, TNI-Polri, serta umat Kristiani yang telah berpartisipasi aktif dalam menyukseskan kegiatan tersebut.







