Diawali dari ASN, Hengky Honandar Buka Posko Bantuan Kemanusiaan

Posko bantuan dipusatkan di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bitung dan dijadwalkan menerima bantuan hingga 18 Januari 2026.
Posko bantuan dipusatkan di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bitung dan dijadwalkan menerima bantuan hingga 18 Januari 2026. (Foto.mirawan)

TNews,BITUNG- Pemerintah Kota Bitung membuka Pos Bantuan Kemanusiaan sebagai bentuk respons cepat terhadap bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Sitaro.

Posko ini mulai beroperasi sejak Rabu, 7 Januari 2026, dan menjadi pusat pengumpulan bantuan logistik dari berbagai elemen masyarakat.

Bacaan Lainnya

Posko bantuan dipusatkan di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bitung dan dijadwalkan menerima bantuan hingga 18 Januari 2026.

Keberadaan posko ini diharapkan dapat menjadi sarana penyaluran solidaritas warga Bitung bagi masyarakat Sitaro yang terdampak bencana.

Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, SE, menyampaikan bahwa pendirian posko tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap sesama wilayah di Sulawesi Utara yang tengah mengalami musibah.

Hal ini dibahas secara khusus dalam rapat koordinasi penyaluran bantuan yang digelar di Merdeka Lounge.

Rapat tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda dan pimpinan perangkat daerah, antara lain Kapolres Bitung AKBP Albert Zai, Dandim 1310/Bitung Letkol Inf Dewa Made DJ, Kasi Intel Kejari Bitung Justisi Devli Wagiu, Sekretaris Daerah Kota Bitung Ir IGN Rudy Theno, serta jajaran terkait lainnya.

Dalam arahannya, Wali Kota menegaskan bahwa bantuan yang dihimpun tidak berupa uang tunai, melainkan difokuskan pada barang kebutuhan dasar yang sangat dibutuhkan para korban, khususnya kelompok rentan seperti bayi dan lanjut usia.

Kami menekankan agar bantuan yang disalurkan berbentuk barang, bukan uang tunai. Hal ini untuk memastikan bantuan lebih tepat sasaran dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat terdampak,” ujar Hengky Honandar.

Adapun jenis bantuan yang diprioritaskan meliputi pampers bayi dan lansia, pakaian layak pakai, pakaian anak-anak, kasur, serta kebutuhan pangan pokok seperti beras, mi instan, gula pasir, dan bahan makanan lainnya.

Pengumpulan bantuan diawali dari lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Bitung.

Meski demikian, partisipasi bersifat sukarela tanpa unsur paksaan, dengan besaran bantuan disesuaikan kemampuan masing-masing.

Satu potong pakaian atau satu paket bahan makanan sangat berarti. Yang kami dorong adalah semangat ketulusan dan kepedulian,” kata Hengky.

Selain ASN, Pemkot Bitung juga mengajak masyarakat umum dan pelaku usaha untuk berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan ini, dengan tetap mematuhi ketentuan bahwa bantuan disalurkan dalam bentuk barang logistik.

Sementara itu, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkot Bitung, Altin Tumengkol, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang mendorong pengumpulan bantuan logistik dibandingkan uang tunai.

Bantuan barang dinilai lebih aman, efektif, dan mudah dikendalikan dalam pendistribusian. Ini juga merupakan tindak lanjut dari instruksi Gubernur Sulawesi Utara,” jelasnya.

Seluruh bantuan yang terkumpul nantinya akan dikirim melalui posko induk di Kantor Gubernur Sulawesi Utara sebelum disalurkan ke wilayah terdampak di Kabupaten Kepulauan Sitaro.

Melalui langkah ini, Pemerintah Kota Bitung berharap semangat gotong royong antar daerah terus terjaga serta kebutuhan dasar masyarakat korban bencana dapat segera terpenuhi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan