Forkopimda Bitung Rapat Bahas Tawuran Warga, 20 Remaja Diamankan Polisi

Pemerintah Kota Bitung bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar rapat koordinasi guna memperkuat langkah pencegahan konflik antar kelompok warga sekaligus memastikan situasi keamanan di wilayah Kota Bitung tetap kondusif.
Pemerintah Kota Bitung bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar rapat koordinasi guna memperkuat langkah pencegahan konflik antar kelompok warga sekaligus memastikan situasi keamanan di wilayah Kota Bitung tetap kondusif. (Foto.Ist)

TNews, BITUNG- Pemerintah Kota Bitung bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar rapat koordinasi guna memperkuat langkah pencegahan konflik antar kelompok warga sekaligus memastikan situasi keamanan di wilayah Kota Bitung tetap kondusif.

Rapat yang dilaksanakan pada Senin (9/3/2026) pukul 10.00 WITA tersebut berlangsung di Merdeka Lounge Kantor Wali Kota Bitung, Kelurahan Bitung Barat Satu, Kecamatan Maesa.

Bacaan Lainnya

Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Bitung Hengki Honandar, S.E., didampingi Wakil Wali Kota Randito Maringka, S.Sos., serta dihadiri sekitar 23 peserta dari unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, dan instansi terkait.

Dalam arahannya, Wali Kota Bitung Hengki Honandar menegaskan pentingnya kerja sama yang solid antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga ketertiban dan keamanan di Kota Bitung.

Menurutnya, setiap pihak perlu berperan aktif dalam mencari solusi terhadap berbagai permasalahan yang muncul di tengah masyarakat.

Ia juga mengingatkan bahwa potensi konflik sosial harus ditangani secara cepat melalui koordinasi yang baik, sehingga tidak berkembang menjadi permasalahan yang lebih besar.

Sementara itu, Kapolres Bitung AKBP Albert Zai, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah mengamankan sebanyak 20 orang yang diduga terlibat dalam aksi tawuran yang terjadi antara kelompok warga dari wilayah Sari Kelapa dan Empang.

Dari jumlah tersebut, 11 orang berasal dari Sari Kelapa dan 9 orang dari Empang.

Kapolres menjelaskan bahwa sebagian besar pelaku merupakan remaja yang dalam aksinya menggunakan panah wayer serta sejumlah benda berbahaya lainnya.

“Para pelaku akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku dan juga akan diberikan pembinaan,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa kejadian tawuran sering terjadi pada waktu-waktu tertentu, terutama setelah salat subuh dan pada saat pelaksanaan salat tarawih.

Oleh karena itu, pihak kepolisian akan meningkatkan patroli keamanan pada jam-jam yang dianggap rawan.

Wakil Wali Kota Bitung Randito Maringka S.Sos turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Bitung atas langkah cepat dalam mengamankan para pelaku sehingga situasi keamanan dapat segera dikendalikan.

Ia juga menyoroti beredarnya informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa kondisi Kota Bitung tidak aman.

Menurutnya, pemerintah perlu menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman yang dapat menimbulkan keresahan.

Dalam rapat tersebut, Forkopimda juga membahas berbagai langkah strategis untuk mencegah terulangnya konflik antar kelompok warga.

Salah satu langkah yang direncanakan adalah pembangunan pos pengamanan di jalan penghubung antara wilayah Sari Kelapa dan Empang guna memantau aktivitas kelompok pemuda yang sering menimbulkan keributan.

Selain itu, aparat keamanan juga akan melakukan pendalaman terhadap kemungkinan adanya pihak yang diduga menjadi aktor intelektual di balik konflik tersebut.

Pemerintah daerah bersama TNI dan Polri juga akan meningkatkan patroli di sejumlah titik yang dinilai rawan serta melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam upaya menjaga situasi tetap kondusif.

Dalam kesempatan tersebut juga ditekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktivitas anak-anak mereka, mengingat sebagian besar pelaku tawuran masih berusia remaja.

Pemerintah Kota Bitung juga berencana mengundang kelompok pemuda yang sering terlibat konflik untuk berdialog guna mengetahui kebutuhan mereka, baik terkait kesempatan kerja, kegiatan olahraga, maupun program pembinaan lainnya.

Usai rapat koordinasi, rombongan Forkopimda melanjutkan agenda dengan meninjau para pelaku tawuran yang diamankan di Polsek Maesa.

Melalui koordinasi ini, pemerintah daerah bersama aparat keamanan berharap situasi keamanan di Kota Bitung tetap kondusif dan potensi konflik antar kelompok warga dapat dicegah sejak dini.

Turut hadir dalam rapat Forkopimda antara lain Sekretaris Daerah Kota Bitung Ir. Ignatius Rudi Theno, S.T., M.T., Asisten I Pemkot Bitung Forsman F.T. Dandel, S.Sos, Kolonel Laut (P) Rizky Prayudi Sidharta mewakili Danguskamla Koarmada II, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, S.H., M.H. selaku Dirpolairud Polda Sulut, Kapten Laut (P) Mariyono mewakili Dansatrol Koarmada VIII, Letkol Mar Helmi Hamsyir, M.Tr.Opsla selaku Danyonmarhanlan VIII, Letkol Inf Ade Rohmat Wahyudi, S.I.P., M.HI., M.Sc selaku Dansecata Rindam XIII/Merdeka, Letkol Inf I Dewa Made D. Juniarta selaku Dandim 1310/Bitung, Kapolres Bitung AKBP Albert Zai, S.I.K., M.H., Kapten CPM Daniel Senen selaku Dan Subdenpom Bitung, Thein H.C. Pakasi dari BIN Korwil Bitung, Julio Yosua Wangkil, S.H. selaku Kasubsi II Intelijen Kejari Bitung, Kepala Kantor Pertanahan Kota Bitung Steven O.K. Wowor, S.ST., M.AP, Kepala Kesbangpol Kota Bitung Agus Mamijo, S.E., Kasatpol PP Kota Bitung Steven Suluh, Kabag Hukum Setda Kota Bitung Budi Kristianto, Camat Maesa Fatmawaty Soleman, S.STP, serta Lurah Bitung Timur Safrudin Takahindangen.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan