TNews, BITUNG- Bentrokan antar warga kembali terjadi antara Kampung Empang dan Sarikalapa, di Kelurahan Bitung Timur, Kecamatan Maesa Kota Bitung pada Minggu (8/03/2026) pagi.
Insiden tersebut menambah panjang daftar konflik yang kerap melibatkan kelompok anak muda dari kedua wilayah tersebut.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kedua kelompok saling serang hingga menimbulkan ketegangan di wilayah sekitar.
Bahkan, sejumlah korban dilaporkan mengalami luka akibat tertancap busur panah dalam insiden tersebut.
Peristiwa ini bukan yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, kedua kelompok yang bertikai sudah beberapa kali dipertemukan oleh pihak terkait untuk mencari solusi dan membangun perdamaian.
Namun, berbagai upaya tersebut dinilai belum memberikan hasil yang signifikan karena bentrokan masih terus berulang.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku resah dengan situasi yang terus terjadi.
Ia berharap aparat keamanan dapat mengambil langkah yang lebih tegas untuk menghentikan konflik yang meresahkan masyarakat tersebut.
“Persoalan ini harus ditangani dengan serius. Para pelaku tawuran harus ditangkap dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.
Jangan sampai ada intervensi untuk membebaskan mereka. Harus ada efek jera,” ujarnya.
Menurut warga, keributan yang melibatkan anak-anak muda dari kedua kampung tersebut sering terjadi secara tiba-tiba, terutama pada malam hingga dini hari.
Penyebabnya pun kerap dipicu oleh persoalan sepele yang kemudian berkembang menjadi bentrokan.
Situasi tersebut membuat masyarakat merasa khawatir karena keamanan lingkungan menjadi tidak kondusif, terlebih saat aktivitas warga masih berlangsung.
Warga pun meminta aparat keamanan bertindak tegas tanpa pandang bulu terhadap para pelaku demi menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Kasi Humas Polres Bitung AKP Abdul Natip Anggai belum memberikan keterangan resmi terkait insiden penyerangan antar kelompok anak muda tersebut.







