TNews, BITUNG- Kompetisi Liga 4 Piala Gubernur Sulawesi Utara musim 2025-2026 dipastikan segera bergulir.
Ajang ini sejatinya menjadi panggung bagi klub-klub lokal untuk bersaing memperebutkan tiket promosi ke kasta yang lebih tinggi dalam sistem sepak bola nasional.
Namun, pelaksanaan musim ini diwarnai penurunan jumlah peserta yang cukup signifikan.
Dari rencana awal sebanyak 24 klub yang akan ambil bagian, hingga batas pendaftaran hanya 11 klub yang resmi terdaftar sebagai peserta.
Adapun 11 tim yang dipastikan berlaga adalah:
PS Kuda Laut Belang
Sulut FC
Persma 1960
Persminsel
PSMU
Bank Sulut FC
Bolsel FC
Bhayangkara Kawanua FC
Persmin Minahasa
Persibom
PUMA FC
Kondisi ini memunculkan keprihatinan di kalangan pecinta sepak bola daerah, mengingat antusiasme awal yang cukup tinggi saat managers meeting pada Desember 2025, yang diikuti oleh 24 klub.
Namun dalam perjalanannya, jumlah tersebut terus berkurang hingga tersisa kurang dari separuh.
Salah satu klub yang menyatakan mundur adalah Persbit Bitung.
CEO Persbit, Marcel Menix, saat ditemui sejumlah Wartawan. Kamis, (19/3) Mengungkapkan bahwa lebih dari separuh anggota PSSI di Sulawesi Utara memilih tidak berpartisipasi dalam Liga 4 zona Sulut musim ini.
Menurutnya, keputusan mundur tersebut bukan tanpa alasan.
Ia menilai terdapat sejumlah persoalan dalam tata kelola organisasi yang berdampak langsung terhadap kesiapan klub.
Beberapa alasan yang disampaikan antara lain:
Adanya dugaan pelanggaran statuta dan peraturan organisasi terkait pengangkatan Sekretaris PSSI Sulut oleh pengurus pelaksana tugas (Plt).
Diabaikannya sejumlah keputusan penting yang telah disepakati dalam managers meeting Desember 2025.
Kebijakan pembagian grup dan penunjukan tuan rumah yang dinilai tidak mempertimbangkan kondisi geografis Sulawesi Utara, sehingga memberatkan klub, khususnya dari wilayah Nusa Utara dan Bolaang Mongondow Raya (BMR).
Hal ini tercermin dari minimnya keterwakilan wilayah. Dari Nusa Utara hanya satu klub, yakni PUMA FC, yang turut serta, sementara dari wilayah BMR hanya Bolsel FC dan Persibom yang ambil bagian.
Secara keseluruhan, dari sekitar 30 klub anggota dan calon anggota di Sulawesi Utara, sebagian besar memilih tidak mengikuti kompetisi musim ini.
Meski demikian, Liga 4 Piala Gubernur Sulut tetap akan digelar dengan harapan mampu menjaga keberlangsungan kompetisi serta menjadi momentum pembinaan sepak bola di daerah.







