TNews, BITUNG– Pemerintah Kota Bitung resmi mendirikan Pos Bantuan Kemanusiaan untuk membantu warga terdampak banjir bandang di Kabupaten Kepulauan Sitaro. Posko tersebut mulai beroperasi pada Rabu (7/1/2026).
Pos bantuan dipusatkan di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bitung dan akan melayani pengumpulan bantuan hingga 18 Januari 2026.
Keberadaan posko ini dimaksudkan sebagai wadah penyaluran kepedulian masyarakat Kota Bitung kepada para korban bencana alam.
Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, SE, memimpin rapat koordinasi terkait penyaluran bantuan yang berlangsung di Merdeka Lounge.
Rapat tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk perwakilan Intelijen Kejaksaan Negeri, guna memastikan distribusi bantuan berjalan efektif dan tepat sasaran.
Pemerintah Kota Bitung menegaskan bahwa bantuan yang dikumpulkan tidak berupa uang tunai, melainkan barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh korban, terutama kelompok rentan seperti bayi dan lanjut usia.
Jenis bantuan yang diharapkan meliputi pakaian layak pakai, kasur, pakaian bayi, pakaian lansia, serta pakaian baru atau bekas yang masih dalam kondisi baik.
Selain itu, bantuan bahan pangan seperti beras, mi instan, gula pasir, dan kebutuhan pokok lainnya juga menjadi prioritas.
Sebagai bentuk kepedulian dan keteladanan, Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bitung diimbau untuk menjadi pelopor dalam aksi kemanusiaan ini.
Meski demikian, partisipasi bersifat sukarela dan tidak mengikat, dengan jenis dan jumlah bantuan disesuaikan kemampuan masing-masing.
Pemerintah juga mengajak masyarakat umum serta pihak swasta untuk turut berpartisipasi, dengan tetap mengikuti ketentuan bahwa bantuan disalurkan dalam bentuk barang.
Seluruh bantuan yang terkumpul akan dikirim terlebih dahulu ke Posko Bantuan di Kantor Gubernur Sulawesi Utara, sebelum didistribusikan ke wilayah terdampak di Kabupaten Kepulauan Sitaro.
Melalui gerakan solidaritas ini, Pemerintah Kota Bitung berharap dapat membantu meringankan beban para korban sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabencana.







