TNews, BITUNG– Persatuan Organisasi Lintas Adat, Agama, dan Budaya (POLA) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 yang dirangkaikan dengan Ibadah Penyambutan Natal, Kamis, 25 Desember 2025.
Kegiatan tersebut digelar di Ruang Sarundajang, Kantor Wali Kota Bitung, dan berlangsung dalam suasana penuh kekhidmatan, kebersamaan, serta semangat persaudaraan lintas iman. Selasa, 23/12/2025.
Peringatan HUT ke-4 POLA tahun ini mengangkat tema “POLA Menjunjung Tinggi Harmoni Perbedaan Menjadi Satu Kerukunan yang Indah Antar Umat Beragama.”
Tema ini menegaskan komitmen POLA dalam menjaga persatuan serta memperkuat nilai toleransi di tengah keberagaman agama, adat, dan budaya.
Ketua Umum POLA, Puboksa Hutahaean, dalam sambutannya menyampaikan bahwa POLA merupakan wadah pemersatu organisasi agama, adat, dan budaya yang hingga kini telah menaungi 33 organisasi.
Ia menjelaskan bahwa POLA didirikan empat tahun lalu sebagai respons atas situasi sosial yang berpotensi memicu perpecahan, sehingga diperlukan ruang bersama untuk menjaga keharmonisan masyarakat.
“Sejak berdiri, POLA berkomitmen menjaga ketertiban, toleransi, dan persatuan di Kota Bitung. Kami selalu berupaya aktif berkontribusi bagi pemerintah daerah dan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan,” ujar Puboksa.
Ia juga menegaskan bahwa harmoni antarumat beragama hanya dapat terwujud jika nilai toleransi benar-benar dirasakan hingga ke lapisan masyarakat paling bawah.
Oleh karena itu, POLA terus mendorong kolaborasi lintas iman dan budaya sebagai fondasi kehidupan sosial yang damai.
Perayaan Natal tahun ini, lanjutnya, menjadi bukti nyata bahwa perbedaan agama, adat, dan budaya bukanlah penghalang untuk bersatu.
Kepanitiaan kegiatan yang melibatkan berbagai unsur lintas iman menunjukkan bahwa Kota Bitung mampu menjaga kerukunan dan persaudaraan.
“Melalui perayaan Natal ini, kita berharap damai Natal tidak hanya dirasakan di hati, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata untuk menjaga kerukunan, menghargai perbedaan, dan memperkuat persatuan,” tutupnya.
Acara tersebut dihadiri oleh unsur pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, perwakilan organisasi masyarakat, serta insan pers, yang bersama-sama merayakan semangat kebersamaan dalam keberagaman.







