Randito Maringka Resmi Buka GENCARKAN 2026, Dorong Literasi Keuangan Nelayan hingga Tingkat Kelurahan

Randito Maringka S.Sos secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) Tahun 2026
Randito Maringka S.Sos secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) Tahun 2026. (Foto.Ist)

TNews, BITUNG- Randito Maringka S.Sos secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) Tahun 2026 yang dilaksanakan di Bitung, Jumat, 27/2/2026.

Program ini diarahkan untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan, terutama bagi nelayan serta pelaku usaha di wilayah pesisir.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Randito Maringka S.Sos menekankan pentingnya pemerataan edukasi keuangan hingga ke tingkat kecamatan dan kelurahan.

Ia mengingatkan agar kegiatan sosialisasi tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi mampu memberikan perubahan nyata dalam pola pengelolaan keuangan masyarakat.

Kota Bitung memiliki 69 kelurahan, termasuk wilayah kepulauan di Pulau Lembeh dengan dua kecamatan dan 17 kelurahan.

Kondisi geografis ini menuntut penguatan literasi keuangan yang merata,” ujarnya.

Randito menilai masyarakat pesisir perlu memperoleh akses yang lebih luas terhadap layanan keuangan formal agar dapat mengembangkan usaha secara berkelanjutan dan meningkatkan taraf hidup keluarga.

Pada kesempatan tersebut, ia juga membacakan sambutan Wali Kota Bitung, Hengky Honandar SE.

Dalam pesannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada Otoritas Jasa Keuangan bersama PT Bank SulutGo serta dukungan PT Bank Central Asia Tbk atas kolaborasi menghadirkan program strategis tersebut di Bitung.

Menurut Hengky, sebagai kota maritim dan sentra industri perikanan strategis di Sulawesi Utara, Bitung memiliki potensi kelautan yang besar.

Namun nelayan juga menghadapi beragam tantangan, mulai dari cuaca ekstrem, fluktuasi harga ikan, hingga tingginya biaya operasional dan risiko usaha.

Ia menegaskan bahwa penguatan sektor perikanan tidak cukup hanya berfokus pada peningkatan hasil tangkapan, tetapi juga pada kemampuan mengelola keuangan.

Literasi keuangan, katanya, mencakup perencanaan anggaran, pengaturan arus kas, serta kewaspadaan terhadap pinjaman ilegal dan investasi bodong.

Melalui program GENCARKAN, nelayan didorong untuk membiasakan pencatatan keuangan sederhana, memanfaatkan produk perbankan seperti tabungan dan Kredit Usaha Rakyat (KUR), mengakses asuransi nelayan, hingga menggunakan layanan digital banking secara aman.

Wali Kota juga mengingatkan pentingnya menyiapkan dana darurat saat musim paceklik serta merencanakan pendidikan anak sebagai bagian dari pengelolaan pendapatan yang bijak.

Pemerintah Kota Bitung, lanjutnya, berkomitmen memperkuat ekonomi pesisir melalui berbagai program pemberdayaan.

Namun keberhasilan tersebut membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah daerah, otoritas keuangan, perbankan, dan masyarakat.

Menutup kegiatan, Randito kembali menegaskan bahwa GENCARKAN selaras dengan visi pembangunan berbasis kelurahan.

Ia mengajak peserta untuk aktif berdiskusi dan memanfaatkan sosialisasi sebagai langkah awal menuju kemandirian finansial.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Kantor OJK Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo Robert H.P. Sianipar, Manager OJK SulutGo Toar Kaesar Dotulong, serta Kadis Perikanan.

Dengan dimulainya GENCARKAN 2026, diharapkan masyarakat pesisir Bitung semakin tangguh dalam mengelola keuangan dan mampu membangun kesejahteraan ekonomi yang berkelanjutan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan