Tawuran Bitung, Hi Tode Minta Langkah Serius

Tawuran yang kembali terjadi antara warga Kampung Sarikalapa dan Empang menuai keprihatinan dari tokoh masyarakat setempat, Hi. Rasid Ishak, yang lebih dikenal sebagai Haji Tode.
Tawuran yang kembali terjadi antara warga Kampung Sarikalapa dan Empang menuai keprihatinan dari tokoh masyarakat setempat, Hi. Rasid Ishak, yang lebih dikenal sebagai Haji Tode. Senin, 9/3/2026. (Foto.mirawan)

TNews, BITUNG- Tawuran yang kembali terjadi antara warga Kampung Sarikalapa dan Empang menuai keprihatinan dari tokoh masyarakat setempat, Hi. Rasid Ishak, yang lebih dikenal sebagai Haji Tode.

Ia menekankan perlunya penanganan serius dan terencana dari aparat kepolisian serta pemerintah daerah.

Bacaan Lainnya

Menurut Haji Tode, insiden ini bukanlah persoalan sementara.

“Tawuran sudah sering terjadi, bahkan sempat dimediasi oleh pemerintah kecamatan.

Namun, kasus serupa tetap muncul. Jadi, yang dibutuhkan adalah langkah antisipatif, bukan sekadar mediasi sesaat,” ujarnya.

Haji Tode menyoroti pentingnya regulasi terhadap penjualan Lem Eha-Bond, yang disebutnya menjadi salah satu pemicu perilaku agresif di kalangan masyarakat.

Ia mengusulkan adanya surat edaran dari kelurahan dan aturan bagi pedagang, serta sanksi tegas bagi yang melanggar, termasuk kemungkinan pencabutan izin usaha.

Selain itu, Haji Tode menilai konsumsi alkohol turut memperburuk situasi tawuran.

Ia menekankan perlunya pendekatan edukatif bagi pelaku, terutama anak-anak dan remaja.

“Hukuman fisik atau kurungan bukan solusi terbaik.

Pendidikan dan pembinaan lebih efektif agar mereka menyadari akibat dari tindakan mereka,” jelasnya.

Tokoh masyarakat ini juga menekankan peran kepolisian dalam menegakkan hukum dengan tegas, sambil tetap mengedepankan keselamatan dan pembinaan.

“Polisi harus hadir untuk mengamankan, tetapi kekerasan harus diminimalisir.

Anak-anak perlu diarahkan, bukan dihukum dengan cara yang menimbulkan trauma,” tegas Haji Tode.

Pernyataan Haji Tode menjadi pengingat bagi pemerintah daerah dan aparat keamanan untuk menerapkan strategi preventif, edukatif, dan tegas dalam menangani tawuran, agar kejadian serupa tidak terulang kembali di kota Bitung.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan