TNews, Manado Sulawesi Utara – Data terbaru hingga Rabu (14/1/2026) pukul 08.30 WITA mengungkap skala kerusakan masif akibat banjir bandang yang menerjang Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro. Laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Utara mencatat puluhan rumah hilang dan ribuan warga kini terdampak serius.
Kepala BPBD Sulut, Adolf Tamengkel, menyatakan bahwa terjangan material lumpur, kayu, dan bebatuan telah meluluhlantakkan permukiman, terutama di wilayah yang berada di sepanjang aliran sungai dan lereng bukit.
Rincian Kerusakan Permukiman
Berdasarkan data Posko Penanggulangan Bencana, berikut adalah tingkat kerusakan bangunan warga:
1. Rumah Hilang: 27 unit (hanyut terseret arus).
2. Rusak Berat: 52 unit.
3. Rusak Sedang: 29 unit.
4. Rusak Ringan: 89 unit.
Bencana ini melanda tiga kecamatan utama, yakni Siau Timur, Siau Barat, dan Siau Barat Selatan.
Beberapa titik dengan kerusakan paling signifikan meliputi Kelurahan Bahu dan Paseng, Kampung Bandil, Laghaeng, Batusenggo, Peling, dan Bumbiha.
Selain rumah warga, sejumlah fasilitas publik juga mengalami kerusakan:
- Transportasi: 5 ruas jalan penghubung sempat tertutup material (kini sudah bisa dilalui).
- Pendidikan: 4 gedung sekolah.
- Rumah Ibadah: 2 unit.
- Perkantoran: Kantor Polres Kepulauan Sitaro.
”Data kerusakan ini terus kami perbarui dan akan menjadi dasar utama dalam menentukan langkah rehabilitasi, rekonstruksi, serta penyediaan hunian sementara bagi warga,” ujar Adolf Tamengkel saat memberikan keterangan di Posko Bantuan Pemprov Sulut.
Saat ini, tercatat 472 KK (1.371 jiwa) terdampak langsung oleh bencana ini. Sebanyak 178 KK (492 jiwa) terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke posko darurat atau kerabat terdekat.
Hingga saat ini, tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Basarnas, dan relawan masih fokus pada:
- Pencarian korban: Masih ada 2 orang yang dinyatakan hilang.
- Pembersihan: Evakuasi material sisa banjir menggunakan alat berat.
- Logistik: Pemenuhan kebutuhan dasar (pangan dan medis) bagi para pengungsi. (*/mt)







