Diwarnai Friendly Game : Persija Glory Tundukkan Persma Allstar 4:3

TNews, Manado Sulawesi Utara – Sepak bola Sulawesi Utara menyambut momentum kebangkitan dengan peluncuran kembali klub legendaris, Persatuan Sepakbola Manado (Persma) 1960. Peluncuran yang menandai perubahan manajemen dan materi tim ini diprakarsai oleh Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, di Lapangan Sepak Bola GOR KONI Sario, Manado, pada Rabu (12/11/2025).

Gubernur Yulius Sevanus didampingi Kapolda Sulut dan Forkopimda serta Walikota Manado, Presiden Persma 1960 Harvani Boki, serta seluruh manajemen Persma 1960,

Launching Persma 1960 Gubernur juga didampingi Harvani Boki yang didaulat sebagai Presiden Persma 1960. Harvani dikenal sebagai Sekretaris Partai Gerindra Sulut ini, terlihat menjiwai perannya yang sangat vital dalam sebuah klub bola yang saat ini menatap profesional di liga Tanah Air.

Lanching PERSMA 1960 diawali dengan pertandingan persahabatan legenda-legenda sepakbola dari dua klub bola terkenal tanah air yakni PERSMA Allstar melawan Persija Glory.
Persma AllStar yang bermaterikan 28 Pemain veteran yang pernah Berjaya menghantar klub perserikatan milik warga Manado, ke kancah nasional, bahkan sempat bertarung dalam divisi Utama sebagai kasta tertinggi laga sepak bola tanah air.

Sementara Persija Glory yang tentunya bermaterikan veteran klub Persija Jakarta, tampil bermateri 12 pemain diantaranya Fiman Utina, salah satu pesepakbola veteran asal manado yang sempat bermain bersama Persma Manado sebelum direkrut Persija Jakarta dan sempat menjadi Kapten Tim nasional Merah Putih.

Kedua kesebelasan pada menit-menit awal setelah peluat kick off dibunyikan, mampu menyuguhkan permainan saling serang, dan pada Menit ke 10 Persija Glory unggung satu gol melalui tendangan keras Firman Utina yang tidak dapat diantisipasi Hendra Pandeinuwu, sehingga jala gawang bergetar dengan skor 1:0 untuk Persija Glory.

Salah satu peluang Persma Allstar melalui kaki Yan kunang namun berhasil tepis gawang Persija, walaupun ternyata merupakan pelanggaran, sehingga kartu kuning pertama dikeluarkan wasit, untuk kiper Persija, pada menit ke menit 12, namun upaya dan peluang dari tendangan bebas tapi tidak mampu diselesaikan dengan baik, bola melambung diatas mistar gawang .
Keadaan semakin tegang, ketika di menit ke 20 Peri Sandria menambah satu, perolehan gol Persija Glory, dengan memanfaatkan umpan matang Firman Utina dan memabu membobol gawang Persma yang diga Hendra, 2:0 untuk Persija Glory.

Di menit ke 28 ternyata berbegal permainan apik para veteran sepakboal yang mumpuni pada masanya, mampu memperkecil kekalahan dengan sebuah gol yang dilesatkan, keadaan berubah menjadi 2:1 masih untuk Persija Glory yang bertahan hingga babak pertama berakhir. Akhirnya pada full time, dengan tetap mempertahankan unrus perhaabatan dan persaudaraan serta sportivitaas yang tinggi, para veteran sepakbola tanah air ini, cukup puas dengan hasil akhir 4:3 untuk kemenangan Persija Glory.

Kehadiran warga Kota Manado dan sekitarnya yang memadati GOR KONI Sario membuktikan besarnya animo masyarakat terhadap kebangkitan sepak bola daerah.

Komitmen Gubernur Yulius Selvanus untuk memprakarsai kebangkitan Persma 1960 diharapkan menjadi momentum penting bagi atlet muda daerah untuk berprestasi di ajang yang lebih tinggi, baik di kancah nasional maupun internasional. (mt/ADVETORIAL)







