
TNews, Manado Sulawesi Utara – Menjelang peringatan bersejarah 80 Tahun Peristiwa Heroik 14 Februari 1946, SMK Negeri 2 Manado mengambil langkah nyata dalam melestarikan warisan leluhur. Sekolah ini resmi membentuk tim atau tumpukan Tarian Maengket siswa sebagai bentuk penghormatan terhadap semangat patriotisme pejuang di Manado.
Langkah ini merupakan perwujudan langsung dari instruksi Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, yang mendorong penguatan identitas budaya dan nilai-nilai kebangsaan di lingkungan pendidikan.
Tim Maengket SMKN 2 Manado tidak hanya dipersiapkan untuk kegiatan internal. Nantinya, tim ini akan bergabung dengan beberapa sekolah terpilih di Kota Manado untuk melakukan pementasan bersama. Aksi kolosal ini diproyeksikan menjadi salah satu agenda utama dalam memeriahkan peringatan delapan dekade Peristiwa 14 Februari 1946 atau yang dikenal sebagai Peristiwa Merah Putih di Manado.
Plt.Kepala SMK Negeri 2 Manado, Tineke Lesar, SPd, MPd, menegaskan bahwa sekolah memberikan dukungan penuh terhadap pembentukan dan kesiapan tim ini.
“Seluruh perlengkapan untuk pelaksanaan pembentukan dan pelatihan tim Maengket ini difasilitasi sepenuhnya oleh pihak sekolah. Kami berkomitmen menyukseskan instruksi Bapak Gubernur, apalagi pementasan ini bertepatan dengan momen sakral 80 tahun perjuangan heroik rakyat Manado,” tegas Kepsek Tineke Lesar.
Menurut Tineke, kegiatan ini memiliki makna strategis bagi para siswa:
* Pewarisan Nilai Sejarah: Melalui seni, siswa diajak menyelami semangat pantang menyerah para pahlawan tahun 1946.
* Implementasi Gotong Royong: Tarian Maengket melatih kekompakan dan disiplin, yang sejalan dengan semangat Mapalus.
* Identitas Daerah: Memastikan generasi muda SMKN 2 Manado bangga akan kearifan lokal Sulawesi Utara di tengah persaingan global.
Dengan kehadiran tim Maengket ini, SMKN 2 Manado berharap dapat mencetak generasi yang unggul secara kompetensi kejuruan sekaligus memiliki kecintaan mendalam terhadap sejarah dan budaya tanah air. (mt)







