Ludes Tak Tersisa! Tiga Rumah di Kauditan 2 Terbakar Akibat Petasan, Dua Motor dan Hasil Panen Pala Ikut Hangus

TNews, Minahasa Utara – Musibah kebakaran hebat melanda pemukiman warga di lorong Telkom Jaga 13 Desa Kauditan 2, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara pada Senin (05/01/2026). Hanya dalam hitungan menit, tiga buah rumah yang dihuni oleh empat kepala keluarga (KK) ludes rata dengan tanah setelah dilalap si jago merah. Pemilik rumah Meyla Putri, Ibu Indo serta Yako-Hanter

Menurut informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, api diduga kuat berasal dari aktivitas anak-anak yang bermain petasan di sekitar area dapur salah satu rumah. Percikan api dari petasan tersebut kemudian menyambar tabung gas LPG dari kompor yang dalam kondisi tidak terkunci.

Karena struktur bangunan ketiga rumah tersebut hanya berdindingkan tripleks dan terletak berderet rapat, api dengan sangat cepat menjalar. Tak ada barang yang bisa diselamatkan karena api berkobar sangat agresif sebelum warga sempat melakukan pemadaman secara mandiri.

Selain bangunan rumah yang rata dengan tanah, kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Berdasarkan laporan warga, dua unit sepeda motor hangus terbakar. Mirisnya, stok buah Pala siap jual yang merupakan hasil jerih payah warga di musim panen kali ini juga ikut hangus menjadi abu.

Saat kejadian berlangsung, sebagian besar penghuni rumah sedang tidak berada di tempat karena tengah beraktivitas di kebun. Para korban baru mengetahui rumah mereka terbakar setelah api sudah membesar dan hampir menghanguskan seluruh bangunan.

Upaya pemadaman sempat diupayakan oleh warga sekitar dengan alat seadanya, namun tidak membuahkan hasil. Dua unit mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) milik Pemkab Minut yang dikerahkan dari markas di Airmadidi tidak mampu berbuat banyak. Faktor jarak yang cukup jauh antara lokasi kejadian di Kauditan dengan pos pemadam di pusat kabupaten membuat armada tiba saat api sudah melalap habis struktur bangunan yang mudah terbakar tersebut.

Saat ini, para korban yang terdiri dari 4 keluarga tersebut terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat. Warga berharap adanya bantuan darurat dari Pemerintah Kabupaten, khususnya Dinas Sosial dan BPBD Minut, untuk meringankan beban para korban yang kini kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian mereka. (mt)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan