TNews, BITUNG- Camat Maesa Fatmawaty Soleman menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga perdamaian dan memperkuat persaudaraan di wilayah Sarkel dan Empang.
Hal itu disampaikannya dalam kegiatan diskusi bersama serta penandatanganan komitmen perdamaian yang digelar di Lorong Empang, Kelurahan Kakenturan Satu, Kecamatan Maesa, Kota Bitung. Sabtu, 14/3/2026.
Menurut Fatmawaty, pemerintah kecamatan terus berupaya meredam potensi konflik yang sempat terjadi di antara pemuda di kedua wilayah tersebut.
Upaya itu dilakukan melalui berbagai pertemuan bersama unsur pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta para pemuda.
“Kami mengajak para pemuda Sarkel dan Empang untuk memutus mata rantai pertikaian yang pernah terjadi.
Yang dibutuhkan saat ini adalah kebersamaan dan persaudaraan,” ujar Fatmawaty.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah kecamatan bersama unsur Forkopimda telah membahas langkah-langkah strategis untuk menjaga situasi keamanan di wilayah Kecamatan Maesa.
Salah satu rencana yang akan dilakukan adalah mengaktifkan kembali pos pengamanan di titik-titik yang dianggap rawan konflik.
Selain itu, patroli gabungan yang melibatkan TNI, Polri, dan Satpol PP juga direncanakan dilakukan secara rutin guna memastikan kondisi wilayah tetap aman dan kondusif.
Fatmawaty juga menekankan pentingnya memberikan ruang kegiatan positif bagi generasi muda.
Menurutnya, pemuda perlu diarahkan pada aktivitas yang produktif seperti pendidikan, olahraga, maupun kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Energi anak-anak muda harus disalurkan ke hal-hal yang positif.
Pemerintah siap membuka ruang bagi kegiatan yang bisa membangun kebersamaan dan masa depan mereka,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah juga menyoroti isu penggunaan lem jenis Eha-Bon oleh sebagian anak muda yang diduga menjadi salah satu pemicu perilaku menyimpang.
Pihak kecamatan bersama aparat kepolisian tengah menelusuri sumber peredarannya.
Fatmawaty menyampaikan bahwa pemerintah kecamatan berencana berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Badan Narkotika Nasional, untuk mencari solusi terkait pembatasan penjualan lem tersebut agar tidak disalahgunakan oleh anak-anak dan remaja.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Bitung Forsman F.T. Dandel, Kapolsek Maesa Tuegeh Deiby Darus, Danramil 1310-01 Bitung, serta sejumlah Lurah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan perwakilan pemuda dari Empang dan Sarkel.
Di akhir kegiatan, seluruh pihak yang hadir menandatangani komitmen bersama untuk menjaga perdamaian antara pemuda Sarkel dan Empang.
Kesepakatan tersebut berisi komitmen untuk menghentikan tawuran dan kekerasan, menjaga keamanan lingkungan, tidak melakukan provokasi, serta menyelesaikan setiap permasalahan melalui musyawarah.
Pemerintah berharap komitmen tersebut menjadi langkah nyata dalam menciptakan situasi yang aman, damai, dan kondusif bagi masyarakat di Kecamatan Maesa







