TNews, BITUNG- Anggota DPRD Kota Bitung, Syam Panai, menggelar kegiatan reses masa persidangan kedua tahun sidang 2025–2026 di Daerah Pemilihan (Dapil) I Kecamatan Maesa.
Kegiatan tersebut berlangsung di Kelurahan Bitung Barat Dua, tepatnya di wilayah Kolombo, Rabu (1/4/2026).
Dalam pertemuan itu, warga memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka alami sehari-hari. Sejumlah isu utama pun mencuat dalam dialog antara masyarakat dan legislator tersebut.
Permasalahan drainase menjadi salah satu keluhan yang paling banyak disampaikan.
Warga menilai sistem saluran air yang ada saat ini belum memadai, sehingga kerap menimbulkan genangan saat hujan turun.
Selain itu, kondisi jalan lapen di wilayah Kolombo juga dikeluhkan karena mulai rusak dan membutuhkan perbaikan.
Tak hanya infrastruktur, warga juga menyoroti penyaluran bantuan sosial (bansos) yang dinilai belum merata.
Mereka mengungkapkan bahwa masih ada penerima lama yang terus mendapatkan bantuan, sementara warga lain yang lebih membutuhkan belum terakomodasi.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Syam Panai menyatakan bahwa seluruh masukan masyarakat akan menjadi perhatian serius untuk diperjuangkan di tingkat legislatif.
“Aspirasi yang disampaikan warga, mulai dari drainase, kondisi jalan, hingga bantuan sosial, akan kami catat dan tindak lanjuti dalam pembahasan bersama pemerintah daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan reses merupakan bagian penting dari tugas anggota dewan untuk turun langsung ke lapangan guna menyerap kebutuhan riil masyarakat.
Hal ini, menurutnya, penting agar program pembangunan dan kebijakan yang dihasilkan benar-benar tepat sasaran.
Syam juga menegaskan komitmennya untuk mengawal setiap aspirasi tersebut agar dapat masuk dalam skala prioritas pembangunan, khususnya di wilayah Kecamatan Maesa.
Di sisi lain, warga berharap agar hasil reses tidak hanya berhenti pada tahap penyerapan aspirasi, tetapi juga dapat segera direalisasikan melalui program konkret, terutama terkait perbaikan infrastruktur dan pembaruan data penerima bantuan sosial agar lebih adil dan merata.







